Creative Management Corporation

Creative Management Coorporation atau yang disingkat CMC, adalah tempat berkumpulnya anak-anak muda yang memiliki kreatifitas yang sangat tinggi. disini mereka dapat menyalurkan semua kreatifitas mereka tanpa terbatas waktu, tempat, dan keadaan.

Viper Free Style Submission

Viper Free style Submission adalah salah satu olahraga atau seni beladiri yang mengandalkan perkelahian ground fighting. di Viper ini bnyk mempelajari bagaimana mengalahkan lawan, tanpa memukul ataupun menendang. disini berkumpul banyak fighter-fighter yang membanggakan kota Yogyakarta.

Institut Jujitsu Indonesia

Institut JUJITSU Indonesia yang disingkat IJI. beladiri asal Jepang yang mempelajari tendangan, pukulan, bantingan, self defense, pembelaan diri wanita, penggunaan senjata, dll.

Jujitsu Gadjah Mada

JUJITSU Gadjah Mada adalah sebuah beladiri yang berlokasi di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. yang mana telah banya melahirkan Jujitsan berprestasi baik di tingkat daerah maupun nasional.

Pendiri dan Pengurus CMC

para pendiri dan pengurus CMC. yang mana mereka meiliki mimpi dan keteguhan hati untuk mencapai sukses bersama.

Sabtu, 03 Maret 2012

Peraturan & Regulasi

Tujuan

Kemenangan dengan pelumpuhan. Objektifnya adalah agar seorang atlit
berhasil melakukan sebuah pelumpuhan dan membuat lawan secara fisik
maupun lisan menyerah. Sebuah pelumpuhan adalah berbagai jenis joint-
lock (penguncian areal tubuh yang tersambung engsel) atau choke-
hold.

Batas waktu

6 menit

Divisi Berat Badan

Berat badan pria

Dibawah 54 kg
55-65 kg
66-76 kg
77-87 kg
88-98 kg
99 + kg
Terbuka

Berat badan wanita

Dibawah 50 kg
Diatas 50 kg


Sistem Angka

Takedown 1 angka
Passing The Guard 1 angka
Mount 1 angka
Backmount 1 angka
Reversal 1 angka
Stalling -1 angka

Poin tidak akan diberikan pada saat si atlit berusaha melakukan
submission. Poin hanya akan diberikan setelah si lawan berhasil
menghentikan usaha submission petarung lainnya atau posisi dominan
telah dicapai dan dapat dipertahankan minimal selama 3 detik.
Seorang atlit tidak akan diberi nilai bila yang terkait pergi ke
posisi yang sudah membuahkan nilai, kecuali dia dipaksa untuk
kembali ke posisi yang kalah dominant, seperti guard atau bila kedua
atlit terpaksa kembali berdiri. Atlit yang menginisiasikan gerakan
duluan akan mendapatkan poin setelah dia berhasil melakukan
bantingan, reversal ataupun mencapai posisi dominan. Bila sampai
akhir pertandingan tidak ada submission yang dihasilkan, maka
penentuan pemenang akan ditentukan dari banyaknya poin yang dicapai
oleh tiap atlit. Dalam hal tidak terjadi pelumpuhan dan terdapat
angka seri pada akhir menit ke 10/5, atlit yang mendapatkan angka
berikutnya akan memenangkan pertandingan.


Takedown (bantingan)

Satu angka akan diberikan bagi takedown jenis apapun atau serangan
balik bantingan. Atlit harus dapat mempertahankan posisi diatas
selama minimal 3 detik agar mendapatkan angka untuk pelumpuhan.

Catatan 1: Takedown yang terjadi diluar arena pertarungan dianggap
sah selama atlit yang melakukannya berdiri dengan kedua kakinya
didalam arena pertarungan saat melakukan takedown tersebut.

Catatan 2: Poin dari takedown akan didapatkan oleh atlit yang
melakukan bantingan bila hasil dari bantingannya mengakibatkan lawan
terjatuh dengan posisi minimal satu dengkul menempel matras dimana
posisi badan yang melakukan bantingan mencapai posisi diatas dengan
kedua kaki diatas matras.

Passing the Guard

1 poin akan diberikan bagi atlit yang dapat mencapai posisi side
control atas, ataupun posisi utara/selatan dan kura2 paling sedikit
3 detik. Atlit yang berada di atas harus melakukan guard pass dan
mencapai posisi dominan seperti side control dan utara selatan. Pada
saat dia melakukan ini, kalaupun lawannya membalikkan badan ke
posisi kura2 ataupun terlungkup, si atllit yang melakukan pass tadi
akan tetap mendapatkan poin.

Catatan: Tidak akan ada poin tambahan yang diberikan bagi atlit
yang sudah berhasil melakukan guard pass dan kemudian dia berpindah
dari satu posisi dominan yang satu ke posisi dominan lainnya.


Mount

Satu angka akan diberikan bila dapat mempertahankan posisi mount
selama minimal 3 detik. Mount adalah ketika seorang atlit duduk
diatas area rusuk lawan; lawan mungkin berada dalam posisi
terlentang atau tergeletak menyamping. Atlit yang melakukan mount
mungkin saja berada diatas salah satu lengan lawannya, namun bukan
pada kedua lengan. Juga dapat dilihat sebagai sebuah mount bila satu
lututnya dan satu kakinya menapak dilantai (sidemount).

Catatan: Bilamana kedua kaki ataupun kedua lutut atlit yang sedang
melakukan mount berada diatas kaki lawan maka tidak akan diberikan
angka.


Backmount

Satu angka akan diberikan bila dapat mempertahankan posisi backmount
selama minimal 3 detik. Backmount adalah ketika seorang atlit
menghadapi punggung lawannya, merangkulkan kaki-kakinya disekeliling
pinggang lawannya, dengan kedua tumitnya menyandar dibagian dalam
paha lawannya, hingga menghalangi lawan untuk merubah posisinya.

Catatan 1: Angka tidak akan diberikan bila kedua tumit tidak
terposisi dengan baik dan benar dibagian dalam paha lawan. Akan
dianggap sebuah backmount bila seorang atlit memposisikan kakinya
melampaui 1 lengan lawan dan bukan kedua lengannya. Dalam hal ini,
kaki yang melampaui lengan lawan tidak harus berada dibagian dalam
paha lawan.

Catatan 2: Satu angka akan diberikan ketika terjadi backmount ketika
kaki-kaki dalam posisi segitiga mengelilingi area rusuk lawan (Leg-
triangle/anaconda back-mount).


Reversal (membalik posisi)

Satu angka akan diberikan untuk reversal (membalikan posisi) dalam
bentuk apapun, yakni dimana seorang atlit yang berada dibawah
berbalik menjadi diatas dan mempertahankan posisi tersebut selama
minimal 3 detik. Bila atlit yang berada dibawah berusaha melakukan
submission, tapi alhasilnya dia mendapatkan posisi diatas, maka dia
akan mendapatkan poin reversa; tetapi bila atlit yang berada diatas
melakukan submission dia terbalik menjadi berada diposisi bawah, dia
tidak mendapatkan poin.

Catatan: Poin juga akan diberikan ke[ada atlit yang dapat melakukan
reversal berhasil mencapai posisi diatas, atau backmount atau utara
selatan dan mempertahankan posisi itu minimal 3 detik.


Stalling (penguluran waktu)

Sebuah penalti pengurangan angka akan diberikan bila terjadi
penguluran waktu. Penguluran waktu adalah pada saat seorang atlit
tidak mengusahakan peningkatan untuk menyelesaikan serangannya.
Ketika seorang atlit melepaskan diri dari kontak dan mundur dan
menghindari kontak, hanya bersikap defensif, tidak aktif dan tidak
mencoba untuk meningkatkan serangan, hanya menjaga posisi saja,
tidak mencoba untuk mengadakan peningkatan, kontak dan melakukan
pelumpuhan, baik posisi atlit tersebut berada diatas maupun
dibawah. Wasit akan memberi peringatan kepada atlit yang terlihat
mengulur waktu dan dia mempunyai waktu 3 detik guna melakukan usaha
melawan yang berarti, bila tidak dia akan kehilangan satu poin,
dengan pertingantan diskualifikasi bila atlit yang sama tersebut
masih mengulur waktu untuk yang ke 4 kalinya.

Catatan 1: Sebuah penalti pengurangan satu angka yang diberikan
secara langsung akan terjadi bila seorang atlit lari dari ring untuk
menghindari serangan balik yang baru akan dilakukan sesuai penilaian
wasit, atau ketika atlit kabur dari ring untuk menghindari kuncian
yang belum terselesaikan.

Catatan 2: Merupakan usaha penguluran waktu bila atlit me meringkuk
seperti posisi kura2 tanpa usaha melawan.

Catatan 3: Merupakan penguluran waktu pula bila si atlit secara
sukarela memberikan posisi dominan ke lawannya hanya supaya dia
dapat mendapatkan posisi dominan yang sama untuk mendapatkan poin.


Cara-cara Untuk Menang

- Dengan melumpuhkan lawan hingga menyerah baik dengan "Tap-Out"
(Memukul matras) atau secara lisan – secara sadar menyerah –
Sangatlah penting bagi semua kompetitor untuk mengerti bagaimana
caranya melakukan "Tap-Out" ketika terperangkap dalam teknik
pelumpuhan. "Tap-Out" bisa dilakukan secara lisan ataupun secara
fisik. Seorang kompetitor bisa melakukannya dengan tangannya, kaki
atau bahkan dengan anggukan kepalanya. "Tap-Out" ini sebuah
pengakuan secara sadar untuk kalah atau menyerah kepada lawan.
- Dengan angka. Atlit yang memiliki angka lebih banyak.
- Dengan diskualifikasi. Bila seorang atlit melanggar peraturan,
maka ia akan didiskualifikasi oleh wasit.
- Seorang wasit mungkin menghentikan pertandingan dengan memberikan
kemenangan kepada atlit yang melakukan kuncian yang baik dan hampir
pasti akan menciderai lawan secara fisik cukup serius.
- Dengan ketidaksadaran. Bila seorang atlit tiba-tiba kehilangan
kesadaran. Bila terjadi kasus dimana kedua atlit tidak sadarkan
diri, yang pertama terbangun akan diumumkan sebagai pemenang.
- Lemparan handuk dari sudut. Bila seorang pelatih dari salah satu
atlit mungkin meminta agar pertandingan diberhentikan dengan
menghampiri wasit ataupun dengan melempar handuk ke dalam ring
karena berbagai alasan.
- Wasit mungkin menghentikan pertandingan ketika salah satu atlit
cidera atau karena hasil pemeriksaan dokter menyatakan bahwa dia
tidak dapat melanjutkan. Bila hal ini terjadi, kemenangan akan
diberikan kepada lawan selama cidera tersebut tidak terjadi karena
kesengajaan yang mana merupakan suatu tindakan yang bisa menyebabkan
diskualifikasi.


Teknik-tenik Legal

- Berbagai jenis cekikan-cekikan
- Berbagai jenis pemutaran leher
- Berbagai jenis kuncian lengan, termasuk bahu, siku dan pergelangan
tangan
- Berbagau kuncian kaki, termasuk lutut dan pergelangan kaki
- Berbagai jenis kuncian pinggul dan panggul
- Menggunakan kimono untuk mengontrol dan mengalahkan lawan

Teknik-teknik Ilegal

- Tidak diperkenankan untuk menarik baju, rash guard, singlet &
celana pendek. Catatan: Hanya celana panjang dan segala jenis
jaket/kimono (lengan panjang ataupun pendek) yang diperkenankan
untuk dipegang/ditarik. Bila seorang atlit mengenakan pakaian yang
tidak umum, asosiasi akan menentukan bila pakaian tersebut boleh
atau tidak boleh untuk dipegang/ditarik.
- Tidak diperkenankan untuk memukul dalam bentuk apapun
- Tidak diperkenankan untuk menyerang saluran pernapasan dengan
pukulan ataupun mencengkeram batang tenggorok. (termasuk penggunaan
jari tangan dan jari kaki untuk menutup/menotok batang tenggorokan)
- Tidak diperkenankan mencolok mata (termasuk pelipisa mata) ataupun
mencongkel dengan jari
- Tidak diperkenankan menarik telinga
- Tidak diperkenankan menjambak
- Tidak diperkenankan untuk memuntir jari-jari (tangan maupun kaki)
- Tidak diperkenankan untuk mencolok dengan jari-jari
- Tidak diperkenankan memasukkan jari-jari kedalam area yang ber-
rongga ditubuh (mulut, hidung, telinga, dll)
- Tidak diperkenankan mencakar, mencubit dan melintir kulit
- Tidak diperkenankan menggigit
- Tidak diperkenankan menyentuh area vital
- Tidak diperkenankan meletakkan tangan, lutut dan siku pada wajah
lawan
- Tidak diperkenankan membanting atau menjatuhkan lawan pada
kepalanya
- Tidak diperkenankan membanting sama sekali. Catatan: Pelumpuhan
(takedown) tidak dianggap sebagai membanting, kecuali bila wasit
menganggap ada tujuan untuk menciderai. Hal ini untuk menghindari
pembantingan yang dilakukan untuk lolos dari penjagaan dan berbagai
jurus melumpuhkan dari penjagaan. Anda harus menjatuhkan lawan
dengan aman, artinya, bila Anda menjatuhkan lawan, Anda harus ikut
jatuh bersamanya. Siapapin yang melanggar peraturan ini akan segera
didiskualifikasi.
- Tidak diperkenankan untuk menggunakan bahan-bahan licin pada tubuh
atau pakaian.
- Tidak diperkenankan menggunakan tali pakaian untuk mencekik lawan.
- Tidak diperkenankan untuk melakukan hal-hal yang tidak sportif,
hal ini akan diperhatikan oleh wasit (termasuk meludah, penggunaan
kata-kata kasar dan kotor, gerakan-gerakan yang tidak pantas, dll).
Kekuatan yang bertahap harus digunakan dalam teknik-teknik
pelumpuhan.


Diskualifikasi

PELANGGARAN – PELANGGARAN SERIUS:
PELANGGARAN SERIUS ADALAH YANG DAPAT BERLANJUT DENGAN DISKUALIFIKASI
SECARA LANGSUNG OLEH WASIT.

A) Penggunaan kata-kata kotor, makian, atau tindakan tidak bermoral
yang tidak menghormati wasit atau siapapun yang berada diarena.
B) Menggigit, menjambak, mencolok mata atau hidung lawan, secara
sengaja mencoba untuk melukai bagian vital atau penggunaan kepalan
tangan, kaki, lutut, siku atau kepala dengan tujuan melukai atau
mendapatkan keuntungan yang tidak sah.
C) Ketika atlit kimono atau pakaian seorang atlit sobek pada saat
pertandingan, wasit akan memberikan waktu yang telah ditentukan
untuk menggantinya. Namun bila atlit tersebut tidak mengganti
pakaian sesuai waktu yang tersedia, ia akan didiskualifikasi.
D) Atlit harus menggunakan celana pendek didalam celananya,
mengingat risiko bahwa pakaian bisa sobek atau jahitan yang lepas,
bila hal ini terjadi, atlit akan diberikan waktu yang telah
ditentukan oleh wasit untuk mencari celana lain. Bila atlit tidak
dapat melakukannya dalam waktu yang sudah ditentukan, ia akan segera
didiskualifikasi.
E) Ketika seorang atlit telah dikunci dalam posisi kalah, dan untuk
menghindari keputusan kalah atlit tersebut lari keluar ring. Dalam
kasus-kasus demikian, hal ini dianggap pelanggaran teknis, bukan
pelanggaran disiplin, si pelanggar dimungkinkan untuk kembali dalam
kompetisi untuk bertanding di divisi terbuka.
F) Ketika seorang atlit ada tujuan untuk menciderai lawan.


Pakaian & Kebersihan

A) Kimono & sepatu-sepatu gulat / bela diri, board shorts, fight
shorts, singlet, gi pants, rash guards, t-shirt, tank top, pelindung
lutut, pelindung kepala, cups dan pelindung gigi semuanya
diperbolehkan. T-shirts dan tank tops harus dimasukkan kedalam
celana.
B) Pakaian harus dicuci dan di keringkan tanpa bau yang tidak sedap.
C) Kuku kaki dan tangan harus dipotong pendek dan bersih.
D) Bagi yang berambut panjang harus dapat menjaga agar rambut tidak
mengganggu lawan ataupun diri sendiri selama pertandingan.
E) Perhiasan atau asesoris tubuh dalam bentuk apapun tidak
diperbolehkan untuk digunakan pada saat pertandingan.
Dalam mengikuti pertandingan para kompetitor harus mengikuti
spesifikasi kebersihan dan pakaian/kimono, bila tidak, maka lawan
secara otomatis akan dianggap sebagai pemenang.

Sejarah Submission Grappling

walaupun termasuk olahraga modern, sejarah Submission Grappling sangat erat hubungannya dengan berbagai macam jenis ilmu gulat, seperti: Brazillian Jujitsu, Sambo, Catch Wrestling, dll. submission grappling bukanlah bela diri gulat pertama yang berjiwa mengalahkan musuh dengan "submission". hampir setiap bangsa-bangsa di seluruh penjuru dunia memiliki sejenis ilmu gulat. pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, catch wrestling sanga populer di daratan Eropa dan Amerika.

submission grappling yang kita kenal sekarang ini sangat erat hubungannya dengan Brazillian Jujitsu. semuanya berawal ketika seorang ahli Jujitsu & Judo, Mitsuo Maeda (dikenal juga dengan Count Coma), datang ke benua Amerika bersama seniornya untuk menyebarkan ilmu bela diri Judo di Amerika Serikat.
selama berada di negeri paman sam, mereka harus berhadapan dengan para pegulat handal dari Amerika Serikat. pada pertandingan-pertandinan tersebut, seniornya Count Coma mengalami kekalahan telak atas pegulat-pegulat Amerika Serikat, sedangkan Count Coma sendiri mengalami kesulitan pada awalnya walupun akhirnya beliau memenangkan pertandingan-pertandingan tersebut.

pengalaman tersebut membuat Count Coma mulai mempertanyakan efektifitas dari ilmu-ilmu yang telah ia kuasai selama ini. malu akan kegagalan ini, Count Coma berangkat mengasingkan diri dan berjanji tidak akan pulang lagi ke negeri Jepang. jadi pada masa ini, beliau melanglang benua singgah di hampir semua negara di benua Amerika. penghasilan hidupnya didapat dari melakukan pertarungan-pertarungan bebas (ala Ultimate Fighting Championship tapi tanpa wasit). ini adalah merupakan tindakan yang tidak terhormat bagi komunitas Judo dan Jujitsu tapi semua ini tidak berarti lagi bagi Maeda, karena toh beliau juga sudah mengasingkan diri.

perjalanan ini akhirnya membawanya ke negeri Samba dimana ia jatuh cinta kepada negeri tersebut. disana beliau membantu memimpin komunitas Jepang yang pindah ke Brazil. untuk dapat melakukan tugas ini dengan benar, Count Coma berteman dengan pengusaha setempat yang memiliki pengaruh politik yang kuat, Gastao Gracie. sebagai tanda terima kasihnya Meda mengajarkan ilmu Jujitsunya yang telah dia sempurnakan selama ini kepada anak tertuanya: Carlos Gracie. Bersama dengan ketiga saudaranya, Carlos Gracie membuat tenar ilmu Jujitsu ala Count Coma di seluruh negeri Samba melalui pertarungan bebas (vale tudi/ Mix Martial Arts). budaya Brazil untuk menyelesaikan perseteruan secara "man to man" juga banyak pengaruhnya dalam pengembangan evolusi pengembangan Brazilian Jujitsu (BJJ).
                                                                     Carlos Gracie
                                                                        Helio Gracie

dengan BJJ, kemenakan Carlos Gracie, Royce Gracie, berkali-kali mengalahkan lawan-lawannya dari latar belakang seni bela diri yang beragam di Ultimate Fighting Championship. kesuksesan Royce Gracie dengan memenangkan 3 dari 4 UFC pertama tersebut membuat masyarakat bela diri di Amerika sadar akan pentingnya perkelahian di tanah (ground Fighting). bila kita simak, hampir semua perkelahian satu lawan satu di jalanan (termasuk pemerkosaan, bertekuk lutut, dsb) akan berkhir di tanah. Brazillian Jujitsu adalah satu-satunya bela diri di dunia yang menghabiskan 95% waktu latihannya di tanah. meledaknya BJJ di Amerika Serikat di tahun 1990an otomatis membuat Amerika Serikat sabagai Mekah kedua bagi dunia BJJ setelah Brazil. salah satu buahnya adalah Sheik Tahnoon bin Zayed Al Nayan dari Uni Emirat arab. beliau adalah seorang ahli Jujitsu. setelah kepulangannya dari negeri paman sam, beliau mengorganisir pertandingan Submission di Abu Dhabi Combat Club (ADCC) pada tahun 1998. disinilah para ahli cabang-cabang gulat yang berbeda-beda bertanding untuk mencari submission grappler yang paling jago.
                                                                     Royce Gracie

pertarungan pertandingan diadopsi sebagian besar dari peraturan Brazillian Jujitsu digabungkan peraturan gulat lainnya. alasan mengapa peraturan BJJ yang dipakai sebagai dasar adalah karena peraturan BJJ itu sendiri sudah sangat mirip jiwanya dengan Submission Grappling. hingga kini, ADCC adalah merupakan pertandingan Submission Grappling yang paling bergengsi di seluruh dunia. pelopor Submission Grappling di Indonesia dimulai oleh grppler yang sudah pernah belajar Grappling di Amerika Serikat dan Australia. belajar dari pengalaman mereka pada saat itu, Federasi Grappling Indonesia mengambil langkah untuk memperbaiki peraturan Grappling agar olahraga ini dapat menjadi lebih ramai untuk ditonton tanpa melupakan jiwa untuk mendapatkan "Submission".

Creative Management Corporation

CMC singkatan dari Creative Management Coorporation. apa CMC itu? bagaimana asal mula nama itu? okok aku bakal jelasin apa sih CMC itu. berawal dari 10 mahasiswa yang memiliki mimpi yang ingin memiliki usaha sendiri dan mampu menambah uang jajan. kesepuluh mahasiswa itu adalah Muhammad Rulie Alfiannur (Rully), Rakhma Safrida Kurnia (Rahma), Dwi Exteryani (Exter), Rahmaden (Aden), Dwi Meidika Saputra (Dika), Ristiana Dewi Perwitasari (Risti), Bakti Agung Triadmojo (Bakti), Rahmat Bagus Setyawan (Bagus), Christini Hotrida Sianipar (Cristin), Angga Caesar Nugraha (Angga). kesepuluh mahasiswa yang sekarang masih aktif kuliah di STMIK AMIKOM Yogyakarta ini mempunyai visi dan misi yang sama. maka mulailah mereka merancang bisnis yang awalnya kecil-kecilan.

merekapun mulai menyusun struktur keanggotaan. yang mana struktur itu sebagai berikut:
        Ketua                : Dwi Meidika Saputra (Dika)
        Wakil Ketua      : Muhammad Rulie Alfiannur (Rully)
        Sekertaris          : Christini Hotrida Sianipar (Cristin)
        Bendahara 1      : Dwi Exteryani (Exter)
        Bendahara 2      : Rakhma Safrida Kurnia (Rahma)
        Humas Intern     : Ristiana Dewi Perwitasari (Risti)
        Humas Extern 1 : Rahmat Bagus Setyawan (Bagus)
        Humas Extern 2 : Rahmaden (Aden)
        Tim Kreatif 1     : Angga Caesar Nugraha (Angga)
        Tim Kreatif 2     : Bakti Agung Triadmojo (Bakti)

merekapun membuat sebuah lambang:
hanya 1 impian mereka, menjadi orang yang sukses di bisnis maupun di akademik. moga mimpi yang mereka impikan dapat terkabul. amin ya robalalamin.. :)

Jumat, 02 Maret 2012

Apa Itu Jujitsu??

ok di post kedua ini aku bakal membicarakan apa sih Jujitsu itu?
Jujitsu itu adalah sebuah beladiri yang berasal dari Jepang. beladiri yang bisa aku bilang cukup lengkap. ada pukulan, tendangan, bantingan, kuncian, self defense, pembelaan diri wanita, serta mempelajari juga penggunaan senjata. contohnya saja seperti tongkat pendek, tongkat panjang, double stick, triple stick, tonfa, dll. Jujitsu masuk ke indonesia di zaman penjajahan Jepang dulu. dibawa oleh tentara Jepang bernama Ishikawa. kemudian diajarkan kepada murid pertama yaitu Raden Soetopo. kemudian Raden Soetopo mulai menyebarkan beladiri Jujitsu ini.
                     inilah salah 1 pendiri Jujitsu di Indonesia Bpk HANSEI  HERU NURCAHYO JUDAN

                                                            inilah lambang Jujitsu Indonesia

DASAR
Dasar penyusunan ini adalah Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Institut Jujitsu Indonesia, Program Kerja Dewan Guru Besar, serta tidak meninggalkan penjelasan dan keterangan yang sudah diberikan dari tokoh-tokoh pendiri Institut Jujitsu Indonesia.
LATAR BELAKANG
Dengan pesatnya perkembangan beladiri Jujitsu di Indonesia khususnya Institut Jujitsu Indonesia dan semakin dewasanya pemikiran para anggota Jujitsu yang ada diseluruh Indonesia, maka timbul pertanyaan-pertanyaan yang sangat kritis tentang arti dan makna dari badge jujitsu. Oleh karena itu sebagai seorang pelatih dan Anggota Jujitsu haruslah (wajib)  mengetahui apa arti dan makna yang terkandung dari badge jujitsu itu sendiri secara cermat dan detail. Sedangkan untuk memberi arti dan makna yang sebenarnya kadang setiap pelatih atau anggota Jujitsu mempunyai pemahaman dan pengertian yang berbeda dalam menyimpulkan arti dan badge Jujitsu.
TUJUAN
1. Untuk mengatasi penafsiran yang berbeda dari beberapa kalangan Jujitsan.
2. Dapat dipergunakan untuk memberi jawaban atas pertanyaan pertanyaan yang termaksud di dalam badge IJI
3. Untuk memberi kejelasan tentang badge Jujitsu dengan jatidiri dari Institut Jujitsu Indonesia.
PENGERTIAN BADGE DAN FUNGSINYA
Pengertian  :
Asal-usul atau kronologis dari kata Badge berasal dari bahasa Inggris yang mempunyai arti Tanda kepangkatan atau Lencana.  Jadi Badge adalah suatu bentuk atau lambang yang dapat memberi tanda atau identitas dari suatu badan atau organisasi dengan menyematkan badge dalam suatu pakaian atau apapun maka orang dapat mengenal lebih jelas tentang siapa sebenarnya organisasi tersebut.
Fungsi Badge/Lambang
Sesuai dengan arti kata Badge tersebut di atas, bahwa fungsi badge adalah untuk memperkenalkan jati diri dari suatu organisasi, juga sebagai tanda ciri khas lambang dari suatu organisasi/badan.  Di dalam penyusunan badge atau membentuk dari badge ada beberapa faktor yang sangat berpengaruh di dalamnya seperti  :
1. Warna yang terkandung di dalam badge
2. Bentuk dari badge itu sendiri
3. Dan gambar yang ada dalam badge
PENJELASAN TENTANG BADGE  IJI
Sejarah Badge  IJI
Sejarah pembuatan badge  IJI sangat berhubungan dengan sejarah keberadaan lahirnya beladiri Institut Jujitsu Indonesia  (IJI).
Dahulu beladiri Jujitsu (IJI), masih menggunakan nama Jujitsu I-Kyushin Ryu Bantaran Angin, dan sekarang sudah dikenal berganti dengan Institut Jujitsu Indonesia.
Jadi perbedaan penulisan badge yang dulu dengan saat sudah berbeda, Dulu badge IJI bertuliskan JUJITSU I KYUSHIN RYU, dan sekarang badge IJI sudah bertuliskan INSTITUT JUJITSU INDONESIA, dan ditegah-tengah badge IJI sudah ada tambahan bertuliskan  IJI, dahulu belum ada.
Warna yang ada di dalam Badge  IJI.
  • Putih
  • Kuning
  • Hijau
  • Orange
  • Biru
  • Coklat
  • Hitam
  • Merah
Arti dari warna Badge  IJI
  • Putih   : Lambang dari kesucian dan kebersihan
  • Kuning  : Lambang dari kebesaran
  • Hijau  : Lambang dari kesuburan
  • Orange  : Lambang dari keterbukaan dan kejujuran
  • Biru   : Lambang dari keperwiraan atau ksatria
  • Coklat  : Lambang dari kedewasaan dan keperkasaan
  • Hitam  : Lambang dari ketenangan dan kemantapan
  • Merah  : Lambang dari keberanian dan keagungan
Makna yang terkandung di dalam badge IJI
1. Badge IJI berbentuk lingkaran : Mengandung pengertian kebulatan tekad dan semangat yang bulat untuk melaksanakan Persatuan dan Kesatuan berdasarkan kekluargaan dan berlandaskan Pancasila.Mengandung pengertian kebulatan tekad dan semangat yang bulat untuk melaksanakan Persatuan dan Kesatuan berdasarkan kekluargaan dan berlandaskan Pancasila.
2. Warna dasar putih  : Lambang dari kesucian dan kebersihan dari setiap anggota Jujitsan untuk dapat berfikir, berbicara dan bersikap jujur di dalam kehidupan sehari-hari.
3. Warna dasar kuning di tengah-tengah  : Warna kuning adalah lambang kebesaran, yang dahulu merupakan symbol Budha, Jujitsu mengakui dari bangsa atau orang yang pertama kali mengembangkan ilmu beladiri adalah Budha. Maka dengan simbol dasar kuning yang ada ditengah-tengah, secara khusus mengandung arti dari Jujitsu adalah beladiri yang besar dan seorang Jujitsan haruslah selalu berjiwa besar.
4. Warna hijau yang membatasi dikedua sisi tengah  : warna hijau melambangkan dari kesuburan, yang mengandung makna bahwa IJI dapat dikembangkan dan tumbh subur diseluruh wilayah Nusantara, karena Jujitsu adalah beladiri yang elit, komplit, feksibel dan sangat langka keberadaannya, dan letak posisi membatasi dikedua sisi tengah melambangkan bahwa Jujitsu mengutamakan sikap keseimbangan dalam kehidupannya, seperti keseimbangan antara kehidupan Jasmani dan Rohani.
5. warna Orange  : Lambang dari keterbukaan dan kejujuran, warna orange terdapat di dalam gambar telapak tangan yang mempunyai makna bahwa Jujitsu merupakan beladiri yang dapat dipelajari oleh siapapun diseluruh Nusantara ini dan kejujuran haruslah selalu berada dalam setiap hati seorang Jujitsan.
6. Warna Biru  : melambangkan keperwiraan dan ksatria. Warna biru terdapat pada tulisan ‘INSTITUT JUJITSU INDONESIA’ , yang mempunyai makna bahwa jika seorang jujitsan telah menyandang sabut biru atau predikat seorang jujitsu, maka haruslah mampu menjaga nama baik Jujitsu serta selalu bersikap ksatria dalam segala hal, juga dapat menjaga keperwiraan sesuai dengan sumpah dan semboyan Jujitsu.
7. Warna coklat  : melambangkan kedewasaan, warna coklat terdapat didalam gambar kaki, yang mempunyai arti keperkasaan dari beladiri jujitsu, selalu bersikap adil dan kedewasaan Jujitsu untuk dapat berdiri tegak secara mandiri dan percaya diri.
8. Warna Hitam disisi telapak tangan  : melambangkan ketenangan dan kemantapan, yang mempunyai makna bahwa seorang Jujitsu haruslah mempunyai ketenangan dalam setiap hal baik lahir maupun bathin, bertindak secara tegas dan mantap, sisi kanan berwarna hitam melambangkan sikap yang terbuka dan bersahabat terhadap siapapun.
9. warna merah di dalam lingkaran luar dan dalam  : melambangkan keberanian dan keagungan yang mempunyai makna bahwa seorang jujitsan yang telah menyandang sabuk merah, berani melindungi segenap anggota jujitsan, melindungi organisasi jujitsu serta dapat mengayomi seluruh aspek kehidupan dalam jujitsu, keagungan yang berarti bahwa seorang jujitsan sabuk merah merupakan lambang dari kekuatan jiwa yang tak pernah punah dan contoh bagi seluruh insan beladiri yang ada di seluruh dunia.
10. Tulisan IJI dalam lingkaran kuning  : melambangkan identitas khusus dari beladiri Jujitsu ‘IJI’ dengan pembaharuan menjadi nama ‘ Institut Jujitsu Indonesia’ yang mampu bersaing dan berkembang pesat hingga kini dengan kebesaran IJI dan kejayaan.
11. Lambang sinar berwarna merah  : mempunyai makna bahwa Jujitsu menjadi terang bagi kedamaian di dunia dan seorang jujitsan haruslah menjadi sinar kehidupan bagi setiap insan di seluruh dunia, dan jujitsu dapat bersinar terang di seluruh Nusantara, karena dengan sinar setiap orang dapat melihat segala bentuk kehidupan baik yang buruk maupun yang buruk.
KESIMPULAN
Menjalankan suatu organisasi tentu saja akan banyak mendapatkan kendala dan masalah yang menghadang disetiap perjalanannya, oleh karena itu kita harus selalu mengantisipasi setiap kendala tersebut dengan terus belajar menimba ilmu. Dan dengan adanya informasi melalui blog ini setiap Jujitsan dapat sedikit mengatasi segala kendala atau masalah yang timbul khususnya dengan pengetahuan tentang Badge Lambang Institut Jujitsu Indonesia.
SARAN
Marilah setiap insan Jujitsu untuk meningkatkan pendalaman terhadap perkembangan Ilmu Jujitsu agar setiap perkembangan lebih baik lagi, dan dengan mengetahui arti dan makna dari badge IJI kita dapat menjawab segala pertanyaan , tantangan, dan masalah yang timbul di dalam perkembangan Jujitsu.
HARAPAN
Mengingat masih adanya setiap Jujitsan yang mungkin belum mengatahui lebih jelas tentang arti dan makna dari Badge IJI, maka kami berharap setiap jujitsan untuk memberi pengetahuan kembali kepada setiap anggota Jujitsu yang lainnya sesuai dengan apa yang telah diberikan dan diturunkan oleh para pendiri, tokoh-tokoh Institut Jujitsu Indonesia.

pengalaman bersama Jujitsu..

okok..
di post yang satu ini, aku bakal menceritakan salah 1 hobyku yang mana diawali tahun 2007, dimana aku pertama kali mengenal Jujitsu. sebagai orang awam tentang beladiri ini, aku mulai bertanya-tanya keteman. apa sih jujitsu itu? apa bedanya jujitsu dengan beladiri yang lain? mereka hanya menjawab dengan santainya "ikut dulu aj, mesti ntar ketagihan. ini beda dengan yang laen bro". suatu waktu aku diajak teman buat nonton ujian kenaikan sabuk. wah ini beladiri yang berbeda dengan yang lainnya. benar-benar full body contact. di jujitsu juga bukan hanya diajarkan bagaimana kita memukul ataupun menendang, tapi bagaimana kita membangun mental kita, semangat kita, serta ketaatan kita kepada Tuhan dan menghargai senior & orang yang lebih tua dari kita. bukan karena di jujitsu menegakkan senioritas yang keras, tapi kita harus bisa menghargai sesama kita, terutama senior & orang yang lebih tua dari kita..

so aku memutuskan ikut bergabung di jujitsu. pengalam di jujitsu bermula di ujian kenaikan sabuk pertama q. walaupun harus sampai jungkir balik plus goyang kayang di lapangan, usaha itu tidak sia-sia. aku berhasil lulus dan menjadi terbaik 1 di ujian tersebut. *lumayan dapat sabuk gratis. hahaha!! kemudian berlanjut di kenaikan sabuk hijau. kembali aku berhasil menjadi terbaik 1 di ujian tersebut. *sombong dikit yee.. :p sampai pada saat aku menyandang sabuk orange..
disinilah mulai bnyk kenangan dengan jujitsu. dimana kejuaraan pertama yang aku ikuti..

namun sayang, di kejuaraan pertamaku, aku belum bisa memberikan prestasi yg max. dihati kecil ini berjanji, bakal menciptakan prestasi yg max dari sebelumnya..